Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / IKA Pertanian USK Kecam Bentrokan Mahasiswa dan Pembakaran Kampus

IKA Pertanian USK Kecam Bentrokan Mahasiswa dan Pembakaran Kampus

Jum`at, 22 Mei 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Pertanian USK, Cut Huzaimah. Foto: doc pribadi/Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Konflik antar mahasiswa yang berujung pada pembakaran fasilitas kampus di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) menuai reaksi keras dari kalangan alumni. 

Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Pertanian USK, Cut Huzaimah, mengaku prihatin dan miris atas insiden bentrokan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026.

Menurutnya, konflik yang berujung pada aksi brutal tersebut tidak hanya mencoreng nama baik kampus, tetapi juga mengakibatkan kerusakan besar terhadap fasilitas pendidikan yang selama ini menjadi tempat mahasiswa menimba ilmu.

“Terus terang kita sebagai alumni merasa miris dengan kondisi yang terjadi. Konflik mahasiswa ini menyebabkan kerusakan luar biasa terhadap aset-aset tempat mahasiswa menimba ilmu, seperti laboratorium dan gedung-gedung perkuliahan,” kata Cut Huzaimah kepada Dialeksis, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menyebutkan, dampak dari kerusakan fasilitas tersebut bahkan memaksa aktivitas perkuliahan dihentikan sementara. Karena itu, pihak alumni mengecam keras tindakan brutal yang terjadi di lingkungan kampus tersebut.

“Para alumni mengecam keras tindakan brutal tersebut. Kita berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas agar jelas siapa pelakunya,” ujarnya.

Seperti diketahui, bentrokan antar mahasiswa kembali mengguncang lingkungan USK pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.39 WIB. Keributan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian itu menyebabkan sejumlah fasilitas kampus rusak dan terbakar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan bermula ketika sekitar 70 mahasiswa Fakultas Pertanian mendatangi area Fakultas Teknik dan terlibat keributan dengan mahasiswa Teknik. Situasi kemudian terus memanas hingga menjelang subuh.

Sekitar pukul 03.50 WIB, ratusan mahasiswa Fakultas Teknik disebut melakukan aksi balasan dengan mendatangi area Fakultas Pertanian. Akibatnya, pos satpam dilaporkan dibakar massa, gedung D3 Pertanian Lama terbakar, serta tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil hangus dilalap api. Sejumlah fasilitas lain di lingkungan Fakultas Pertanian juga mengalami kerusakan.

Meski tidak ada korban jiwa, insiden tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan sivitas akademika karena terjadi di tengah suasana kampus yang masih memanas pasca aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh beberapa hari sebelumnya.

Menanggapi situasi itu, Cut Huzaimah mengungkapkan bahwa pihak IKA Fakultas Pertanian telah melakukan komunikasi dan duduk bersama dengan IKA Fakultas Teknik USK. Pertemuan tersebut difasilitasi langsung oleh Ketua IKA USK sebagai upaya meredam suasana dan mendorong penyelesaian yang lebih bijaksana.

“Kami sudah duduk bersama dengan Ketua IKA Fakultas Teknik yang difasilitasi Ketua IKA USK. Kita bersama-sama mengikuti proses penelusuran yang dilakukan rektorat maupun pihak akademika. Kita mendukung penuh langkah-langkah untuk meredam suasana agar semuanya bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap mahasiswa yang diduga terlibat dalam kerusuhan, Cut Huzaimah menilai ketegasan kampus sangat diperlukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kita berharap semuanya dijalankan sesuai hukum dan aturan yang berlaku. Bagi pelaku yang sudah melakukan perusakan tentu akan mendapat hukuman sesuai aturan. Kewenangan penuh ada di rektorat dan tentunya pihak kampus sudah memahami sanksi apa yang akan diberikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, alumni mendukung penuh langkah hukum maupun kebijakan internal kampus dalam menangani kasus tersebut. Pihak kepolisian harus transparan dan akuntabilitas terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan. Namun di sisi lain, alumni juga mendorong adanya upaya rekonsiliasi agar hubungan antar mahasiswa kembali pulih.

"Jangan ditutup tutupi buka secara terang benerang serta berikan hukuman sesuai tindakannya agar jadi efek jerah ke depannya tidak terjadi hal serupa," tegas Cut Huzaimah.

Menurutnya, rekonsiliasi penting dilakukan demi menjaga marwah kampus dan persatuan antar sivitas akademika di lingkungan USK.

“Ke depan tentu kita akan bersama-sama dengan pihak fakultas, tidak hanya alumni. Mungkin nanti akan ada pernyataan sikap bersama karena ini menyangkut fakultas dan alumni yang berdiri bersama menjaga kampus kita,” kata Cut Huzaimah.

Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak lagi terprovokasi oleh situasi yang dapat memperkeruh keadaan. Baginya, kampus seharusnya menjadi ruang akademik yang menjunjung tinggi intelektualitas dan penyelesaian masalah secara bermartabat, bukan melalui kekerasan dan aksi anarkis.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI