Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / HUT ke-821 Banda Aceh, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

HUT ke-821 Banda Aceh, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Rabu, 22 April 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821, Selasa (22/4/2026) di Lapangan Jasdam IM, Neusu Jaya. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821, Selasa (22/4/2026) pagi. Upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Jasdam IM, Neusu Jaya, dipimpin langsung oleh Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal.

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan HUT Kota Banda Aceh yang telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya melalui berbagai agenda Banda Aceh Experience 2026 yang melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, hingga komunitas kreatif.

Dalam amanatnya, Illiza menegaskan bahwa perjalanan panjang Banda Aceh tidak lepas dari berbagai ujian sejarah. Namun, kota ini tetap mampu berdiri dan bangkit tanpa kehilangan jati dirinya sebagai kota religius dan berbudaya.

“Banda Aceh bukan sekadar tempat kita tinggal, tetapi rumah bersama yang harus kita jaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menyampaikan, tema HUT tahun ini yakni sinergi kolaborasi menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, ulama, dunia usaha, dan generasi muda.

“Semangat kebersamaan itu bukan hanya kita bicarakan, tetapi benar-benar kita jalankan,” katanya.

Menurut Illiza, semangat kolaborasi telah dimulai sejak bulan Ramadan melalui berbagai kegiatan sosial seperti Gampong Ramadan dan Safari Ramadan yang menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat.

Selain itu, momentum HUT ke-821 juga diperkuat dengan sejumlah agenda strategis, di antaranya pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah I APEKSI di Banda Aceh, serta penyelenggaraan City Expo “Banda Aceh Experience” yang memberi ruang bagi UMKM dan ekonomi kreatif untuk berkembang.

“Ini bukan sekadar rangkaian kegiatan, tetapi gerakan bersama dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Banda Aceh, mulai dari pengakuan internasional melalui Citynet SDGs Award 2025, hingga cakupan jaminan kesehatan masyarakat yang telah mencapai lebih dari 99 persen.

Tak hanya itu, Banda Aceh juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk ke-17 kalinya secara berturut-turut, serta masuk dalam tiga kota terbaik nasional dalam pengelolaan pengaduan masyarakat.

“Seluruh capaian ini lahir dari kebersamaan, doa, dan dukungan masyarakat,” kata Illiza.

Ia menambahkan, meningkatnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap Banda Aceh terlihat dari banyaknya agenda nasional yang digelar di ibu kota Provinsi Aceh tersebut, termasuk kegiatan kesiapsiagaan nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 26 April mendatang.

Di akhir amanatnya, Illiza mengajak seluruh aparatur sipil negara dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan disiplin, integritas, dan ketulusan.

“Dari pelayanan yang baik lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah kita membangun masa depan kota ini,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Illiza berharap di usia ke-821 tahun, Banda Aceh tidak hanya melanjutkan sejarah, tetapi juga menjaga amanah para ulama dan pendahulu.

“Banda Aceh bukan sekadar kota, ia adalah amanah yang kita jaga bersama,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI