Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / FEB USK Dorong UMKM Pidie Jaya Naik Kelas lewat Pasar Digital

FEB USK Dorong UMKM Pidie Jaya Naik Kelas lewat Pasar Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Departemen Ekonomi Pembangunan melakukan pengabdian bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pidie Jaya. Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Pidie Jaya - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pidie Jaya didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal. Penguatan keterampilan tersebut menjadi salah satu fokus pengabdian kepada masyarakat Departemen Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK).

Kegiatan bertajuk “Pidie Jaya Berseri Bersama EKP Mengabdi” itu berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (22/10/2026). Program ini mempertemukan akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membahas pengembangan usaha, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta peningkatan kapasitas aparatur.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Helmi, membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Bappeda Pidie Jaya, Yandi Yusnandar, dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Pidie Jaya, Hasbi.

Dalam sambutannya, Helmi menekankan pentingnya kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Menurut dia, dukungan akademisi dibutuhkan untuk memperkuat perencanaan pembangunan sekaligus membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi.

“Kolaborasi pemerintah daerah dan akademisi dalam perencanaan daerah, pengembangan usaha, dan peningkatan kapasitas SDM adalah fondasi utama untuk membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Helmi.

Melalui pelatihan digitalisasi, para pelaku UMKM diperkenalkan pada strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, dan penggunaan platform perdagangan elektronik. Keterampilan ini diharapkan membantu mereka menjangkau konsumen lebih luas serta membuka peluang bagi produk gampong untuk memasuki pasar baru.

Sekretaris Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Putri Bintusy Syathi, mengatakan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

“Di era transformasi saat ini, produk yang bagus saja tidak cukup. Kita harus berani mengambil peluang di ekosistem digital. Digitalisasi adalah kunci utama agar produk UMKM Pidie Jaya bisa naik kelas, memperluas pasar, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi gampong,” katanya.

Pelatihan tersebut diarahkan agar teknologi digital dapat digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari, mulai dari memperkenalkan produk, melakukan pemasaran, hingga membangun jaringan konsumen. Dengan bekal itu, pelaku usaha diharapkan lebih siap mengembangkan bisnisnya di tengah perubahan pola perdagangan.

Perhatian juga diberikan kepada ibu rumah tangga yang ingin mengembangkan kegiatan ekonomi dari rumah. Mereka diperkenalkan pada pemanfaatan marketplace dan media sosial sebagai sarana memasarkan produk.

Peningkatan literasi dan keterampilan digital ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk menjalankan usaha secara mandiri. Akses pemasaran yang lebih baik dapat menjadi peluang untuk menambah pendapatan keluarga sekaligus memperkuat peran perempuan dalam perekonomian lokal.

Penguatan kapasitas masyarakat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemerintah daerah. Dalam kegiatan tersebut, Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK turut menyosialisasikan Program Magister Ilmu Ekonomi dan Program Doktor Ilmu Ekonomi.

Sosialisasi ini memperkenalkan peluang studi lanjut bagi aparatur, terutama untuk memperdalam pengetahuan tentang perencanaan pembangunan, ekonomi regional, analisis kebijakan publik, dan pengelolaan pembangunan daerah.

Melalui pendidikan lanjutan, aparatur diharapkan semakin mampu merumuskan kebijakan yang terukur dan berbasis bukti. Pertemuan ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama akademik antara FEB USK dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

Dari lingkungan FEB USK, kegiatan turut dihadiri Ketua Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Miksalmina, Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Riswandi, serta Prof. M. Shabri dari Program Doktor Ilmu Ekonomi. Para guru besar, dosen, dan mahasiswa juga terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Melalui pengabdian ini, Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK berupaya menghubungkan keilmuan kampus dengan kebutuhan masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan berlanjut melalui pendampingan UMKM, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
esdm 3