Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / ESDM Aceh Tinjau Fenomena Gelembung Gas di Desa Gunong Cut Nagan Raya

ESDM Aceh Tinjau Fenomena Gelembung Gas di Desa Gunong Cut Nagan Raya

Rabu, 07 Januari 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, ST, M.Si, didampingi Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi, Dian Budi Dharma, ST, MT, beserta tim teknis, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Gunong Cut, Kabupaten Nagan Raya. [Foto: dok. ESDM Aceh]


DIALEKSIS.COM | Suka Makmue - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, ST, M.Si, didampingi Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi, Dian Budi Dharma, ST, MT, beserta tim teknis, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Gunong Cut, Kabupaten Nagan Raya. 

Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung lokasi kemunculan semburan gas yang dilaporkan masyarakat setempat.

“Tindakan ini bagian dari langkah cepat Pemerintah Aceh untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memberikan penjelasan berbasis data dan kajian teknis kepada masyarakat,” ujar Taufik yang dilansir pada Minggu (7/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, tim Dinas ESDM Aceh melakukan pengukuran parameter lingkungan, pengambilan sampel air, serta berdialog langsung dengan warga. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa fenomena semburan gas tersebut merupakan gejala geologi yang masih perlu pemantauan lebih lanjut.

Taufik mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar lokasi semburan. “Kami meminta warga menunggu hasil kajian teknis lebih lanjut. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas sekaligus merasa aman saat fenomena alam tersebut terus dipantau secara ilmiah.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, mengirimkan tim ke lokasi penemuan gelembung gas yang muncul di permukaan tanah di pinggir sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur.

Gelembung yang diduga gas tersebut ditemukan pada sejumlah titik yang mulai terpantau pascabanjir pada 26 November 2025 hingga 3 Januari 2026.

Pemkab Nagan Raya akan melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut terhadap fenomena alam tersebut dengan berkoordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk memastikan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI