DIALEKSIS.COM | Aceh - Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues merusak lahan pertanian serta memutus sejumlah akses transportasi. Di Gayo Lues, 33 kepala keluarga (KK) dilaporkan terisolasi, sementara banjir di Aceh Tenggara berdampak pada tujuh kecamatan.
“Sebanyak 33 KK terdampak dan terisolir akibat bencana tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini, sebagaimana dilansir Metrotvnews.com, Senin (28/9/2026). Muhaimini menyebut bencana terjadi di Kecamatan Blangkejeren, Pining, Pantan Cuaca, dan Dabun Gelang.
Jembatan gantung di Kecamatan Tripe Jaya dilaporkan putus. Akses jalan Desa Ketukah di Blangjerango dan Desa Remukut di Pantan Cuaca juga mengalami kerusakan. Longsor terjadi di Desa Leme pada jalur Blangkejeren-Rikit Gaib, sedangkan jalan darurat Kuning Kurnia-Remukut putus.
Hingga pembaruan tersebut, belum ada laporan korban jiwa di Gayo Lues. Jumlah warga yang mengungsi masih didata, sementara petugas melanjutkan pemantauan dan penanganan.
Banjir di Aceh Tenggara terjadi pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 00.15 WIB. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) pada tanggal tersebut mencatat 52 KK atau 203 jiwa terdampak. Wilayahnya meliputi Lawe Sumur, Bukit Tusam, Bambel, Ketambe, Babussalam, Darul Hasanah, dan Lawe Bulan. Pada laporan tersebut, tidak terdapat pengungsi maupun korban jiwa.
Hujan deras meningkatkan debit Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga. Sekitar 40 hektare lahan pertanian di Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya rusak, serta 10 hektare sawah di Kisam Gabungan terdampak genangan. Tanggul juga jebol di Dusun Nasi dan Desa Pancar Iman.
Gangguan transportasi terjadi di jalan Kutacane-Blangkejeren serta jalur darurat pada Jembatan Natam-Simpang Empat Tanjung dan Jembatan Mbarung menuju Lawe Alas. Oprit atau jalan pendekat Jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
BPBD mengerahkan tim reaksi cepat dan ekskavator untuk menangani tanggul serta menormalisasi Sungai Lawe Kisam. Petugas turut membersihkan pohon tumbang di Tanjakan Gurah Ketambe.
Dalam pembaruan yang dimuat Metrotvnews.com pada 28 September, Kepala BPBD Aceh Tenggara, Asbi, menyatakan air mulai surut. Pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak tetap berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengingatkan warga di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor agar tetap waspada. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas apabila hujan deras kembali terjadi.[metrotvnews]