DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Aliansi Aneuk Muda Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai wacana pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) di Adams Coffee, Meulaboh, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas latar belakang pembentukan ABAS, potensi ekonomi kawasan Barat-Selatan Aceh, serta peran Lembaga Wali Nanggroe dalam konteks kekhususan Aceh.
FGD tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Agus Junaidi, S.H., M.H.; H. Kamaruddin, S.E.; dan Arsan Yoe Nanda, S.Pi., M.Si. Ketiganya dihadirkan untuk memperkaya perspektif dan memberikan pandangan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan wacana pembentukan ABAS.
Dalam pembahasan mengenai sejarah pembentukan ABAS, forum menyoroti latar belakang munculnya gagasan pemekaran serta aspirasi pemerataan pembangunan di kawasan Barat-Selatan Aceh. Pembahasan ini menjadi penting untuk memahami tujuan yang ingin dicapai melalui wacana pembentukan provinsi baru tersebut.
Dari aspek ekonomi, diskusi menyoroti potensi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, dan sumber daya alam yang dimiliki kawasan Barat-Selatan Aceh. Potensi tersebut perlu dikaji lebih mendalam untuk melihat peluang peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penguatan pendapatan asli daerah (PAD), serta kesiapan fiskal apabila pemekaran diwujudkan.
Selain itu, forum turut membahas Lembaga Wali Nanggroe sebagai bagian dari kekhususan Aceh. Pembahasan ini diarahkan pada pemahaman mengenai kedudukan dan peran lembaga tersebut dalam kehidupan adat, identitas, serta tatanan sosial masyarakat Aceh.
Aliansi Aneuk Muda Aceh memandang bahwa wacana pembentukan ABAS perlu dibahas secara serius dan komprehensif. Pemekaran tidak cukup hanya dilihat sebagai perubahan struktur administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mempertimbangkan kelayakan ekonomi, kesiapan pemerintahan, pemerataan pembangunan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemikiran dan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat serta para pemangku kepentingan dalam membahas masa depan kawasan Barat-Selatan Aceh.
Bagi Aliansi Aneuk Muda Aceh, diskusi mengenai ABAS merupakan bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam persoalan pembangunan daerah. Aspirasi masyarakat perlu disertai kajian yang kuat, data yang dapat dipertanggungjawabkan, dan tujuan yang jelas agar setiap kebijakan yang diperjuangkan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.
“Pembahasan ABAS harus berangkat dari aspirasi masyarakat, diperkuat dengan kajian yang matang, dan diarahkan pada satu tujuan utama, yaitu pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kawasan Barat-Selatan Aceh.” pungkas Aliansi Aneuk Muda Aceh. [*]