Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Aktivitas Gempa Bur Ni Telong Menurun, PVMBG Tetap Pertahankan Status Waspada

Aktivitas Gempa Bur Ni Telong Menurun, PVMBG Tetap Pertahankan Status Waspada

Selasa, 10 Februari 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan status Gunung Api Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah masih berada pada Level II (Waspada). [Foto: Diskominfo BM]


DIALEKSIS.COM | Redelong - Aktivitas kegempaan Gunung Api Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah terpantau mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan status gunung tersebut masih berada pada Level II (Waspada).

Berdasarkan laporan pengamatan Pos Gunung Api Bur Ni Telong pada 9 Februari 2026, aktivitas seismik gunung setinggi 2.623 meter di atas permukaan laut itu menunjukkan fluktuasi, meskipun intensitasnya cenderung menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Dalam kurun waktu 24 jam pengamatan, petugas merekam tiga kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo berkisar 6-14 milimeter dan durasi maksimal 13 detik. Selain itu, tercatat satu gempa tektonik lokal dengan amplitudo 48 milimeter serta dua gempa tektonik jauh.

Secara visual, kondisi gunung bervariasi dari tampak jelas hingga tertutup kabut. Namun, tidak teramati adanya hembusan asap dari kawah utama selama periode pengamatan tersebut.

Petugas Pengamat Gunung Api Bur Ni Telong, Suwardi Putra, mengatakan bahwa penurunan aktivitas gempa menjadi sinyal positif, meski belum dapat dijadikan dasar untuk menurunkan status gunung.

“Kegempaan memang sudah menurun, tetapi kami masih menunggu evaluasi bulanan resmi yang akan dirilis pertengahan bulan ini. Untuk sementara, masyarakat diminta tetap tenang namun siap siaga,” ujar Suwardi.

Ia menegaskan bahwa dinamika gunung api bersifat fluktuatif sehingga kewaspadaan tetap diperlukan hingga ada rekomendasi resmi dari PVMBG. Penurunan aktivitas, menurutnya, diharapkan dapat mengarah pada normalisasi status gunung ke depan.

PVMBG juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan. Warga diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer. Selain itu, area fumarola dan solfatara perlu dihindari, terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena berpotensi terjadi akumulasi gas beracun.

Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG dan Badan Geologi serta tidak terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. [h]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI