Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Harga Gula Berfluktuasi, Bapanas Minta APGI Percepat Stabilitas Pasokan

Harga Gula Berfluktuasi, Bapanas Minta APGI Percepat Stabilitas Pasokan

Minggu, 17 Mei 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Harga gula konsumsi yang berfluktuasi sepanjang April 2026 telah disikapi pemerintah dengan menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat langkah stabilisasi. [Foto: waspada.id]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Harga gula konsumsi yang berfluktuasi sepanjang April 2026 telah disikapi pemerintah dengan menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat langkah stabilisasi. 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah berkomitmen bersama Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia (APGI) untuk menjaga pasokan dan harga gula tetap terkendali di tengah awal musim giling tebu pada Mei ini.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah telah meminta APGI ikut aktif menstabilkan harga gula di pasaran. Menurut dia, musim giling yang dimulai Mei diharapkan mampu meningkatkan produksi dan memperkuat pasokan nasional.

Bapanas juga meminta stabilitas harga gula tetap mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. HAP gula konsumsi ditetapkan Rp 17.500 per kilogram untuk wilayah selain Indonesia Timur dan daerah 3TP, sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur dan 3TP sebesar Rp 18.500 per kilogram.

Pemerintah memproyeksikan produksi gula konsumsi pada Mei melonjak hingga 374 persen dibanding April. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Gula Konsumsi Bapanas, produksi bulanan diperkirakan naik dari 58,3 ribu ton pada April menjadi 276,4 ribu ton pada Mei. 

Kementerian Pertanian juga memprediksi produksi gula nasional tahun ini dapat mencapai 3 juta ton seiring optimalisasi luas tambah tanam tebu dan dimulainya musim giling di sebagian besar wilayah Jawa pada pertengahan Mei.

Ketut menambahkan pemerintah kini fokus mengoptimalkan distribusi stok gula yang tersedia ke daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga. 

“Tapi sebelum musim giling, tentu kita harus optimalisasi stok-stok yang ada dan tentu melibatkan semua stakeholder. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, kita bisa kembali menstabilkan harga, tapi yang penting pasokannya relatif bagus dulu,” ujarnya. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI